Peringati Hari Kartini dengan Menggelar Deteksi Kanker Serviks Gratis

Peringati Hari Kartini dengan Menggelar Deteksi Kanker Serviks Gratis - Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah membuka gerakan sosial program KB, IUD, implant dan sensor IVA gratis di Rumah Sakit (RS) Melinda di Kelurahan Balowerti Kota Kediri.

Bakti sosial ini digelar bertepatan dengan Hari Kartini dan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-65. Ning Lik, panggilan akrab Wawalikota Kediri dalam sambutannya menyampaikan, IBI termasuk juga salah satu organisasi perempuan yg ikut dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Kediri.



IBI pada momentum Hari Kartini ini menggelar bakti sosial yg teramat berguna bagi semua masyarakat. "Di peringatan Hari Kartini, IBI ini telah memperjuangkan kesehatan ibu dan anak. Kartini masa depan dan sekarang yang khusus memperjuangkan ibu dan anak," tuturnya, Kamis (21/4).

Masih kata wawalikota, berkat hubungan kerja semua, termasuk juga IBI, YKI, BPPKB dan dinas kesehatan, sehingga angka kematian ibu dan anak di Kota Kediri mampu ditekan. Pemkot menginginkan, ke depan bakal lebih baik lagi.


Terpisah Ketua IBI Kota Kediri Sismiarti menyampaikan, maksud bakti sosial itu merupakan layanan, terutama keluarga miskin. Bersama bakti sosial tersebut dapat mendeteksi secara dini kanker serviks dengan metode IVA.

"Dengan metode IVA ini sangat sederhana, murah, tetapi cakupan di Kota Kediri masih rendah. Kami berharap kegiatan ini menimbulkan kesadaran terhadap wanita agar melakukan deteksi dini," katanya.

Ini yang Terjadi Jika Kanker Serviks Muncul Saat Hamil


Ini yang Terjadi Jika Kanker Serviks Muncul Saat Hamil - Waspada, kanker serviks mampu terjadi terhadap ibu hamil. Bukan kehamilan jadi penyebabnya, namun virus kanker telah ada sejak lama. Beberapa kasus, seseorang terdeteksi kanker serviks diwaktu hamil.

Menurut dr Marihor Pasaribu SpOG, kanker serviks yaitu penyakit ganas yg membahayakan wanita. Efek terburuk yakni rahim mesti diangkat. Otomatis hal itu menyebabkan ibu tak bisa hamil. “Kanker serviks saat hamil ini biasanya terjadi di usia kandungan tua menjelang persalinan. Ibu masih bisa hamil, jaringan mulut rahim belum rusak. Ini tergolong kanker stadium satu,” jelas dia.

Pembuahan sel telur & sperma tidak dapat berlangsung apabila mulut rahim rusak. Bila sesudah hamil baru terdeteksi, bila umur kehamilan trimester pertama sanggup menyebabkan janin tak berkembang. Selain itu, bakal memicu terjadinya abortus atau keguguran, ataupun perdarahan hebat.


“Penanganannya bergantung usia kehamilan. Jika di awal sudah terdeteksi biasanya kehamilan dihentikan. Mengingat perkembangan janin juga terganggu,” tutur Marihot.

Sedangkan apabila di kandungan yg lanjut usia, ibu dapat jalankan fisioterapi. Sambil dipantau kankernya apakah parah atau tidak? Tindakan paling penting pasti mendiskusikan dengan keluarga, yg sebaiknya dilakukan. Dan pertimbangan memberikan tipe obat yg dapat diberikan terhadap ibu hamil. Seandainya benar-benar tak dapat dengan jalan fisioterapi, otomatis bakal dilakukan tindakan operasi. Hingga pada pengangkatan rahim.

“Memang sulit terdeteksi dari awal. Bisa jadi ibu sudah terkena human papilloma virus (HPV) 10 tahun yang lalu dan sekarang baru diserang kankernya. Itu sebabnya setelah 9 bulan baru diketahui ternyata menderita kanker,” akhir dia.

Efek Kanker Serviks Terhadap Tubuh

Efek Kanker Serviks Terhadap Tubuh - Kanker serviks ialah tipe penyakit yg menyerang sektor bawah uterus yg dinamakan serviks atau uterin serviks. Serviks ini terhubung dgn sektor atas uterus di mana janin berkembang & tumbuh. Kanker ini termasuk juga jenis kanker yg tumbuh dgn lambat & memerlukan waktu lama buat berkembang. Gejalanya nyaris tidak tampak tetapi akibat kanker serviks dapat kelihatan.


Lantaran gejalanya tak tampak sehingga sensor kanker serviks rata rata dgn mendiagnosa kemunculan sel yg tak biasa diliat dgn mikroskop. Sel ini mampu beralih jadi membahayakan tetapi tak mempunyai efek samping & seringkali mampu hilang tidak dengan perawatan khusus. Bahkan kala sel ini beralih jadi tumor pula seringkali gejalanya tetap tak tampak.

Waktu kanker tumbuh & bersifat invasive maka dampaknya bakal muncul terhadap rasa sakit di vagina, pendarahan yg tak biasa (sewaktu menstruasi atau pendarahan sesudah menopause atau dikala berhubungan intim), mengalami rasa sakit disaat urinasi, sakit pinggang & punggung, kehilangan berat tubuh, pendarahan dari kantung kemih & anemia.

Akibat kanker serviks ini secara umum termasuk juga berat & susah dirawat. Sebab kurangnya gejala yg nampak di awal pertumbuhan, sehingga Kamu para perempuan mesti lakukan sensor papsmear dengan cara rutin untuk supaya mampu mendeteksi perubahan sel sebelum kanker selanjutnya dirawat lebih dini.


Disaat kanker serviks berkembang di step awal, kebanyakan gampang diobati dgn efek samping yg sedikit. Perawatan awal rata-rata termasuk membuang sel pre kanker memakai alat medis terbuat dari baja yg dimasukkan ke dalam serviks. Cara ini diperlukan buat memanaskan jaringan & membuang sel kanker. Pengobatan seperti ini tak menimbulkan efek samping yg lama, serviks dapat terselamatkan.

Dengan tak adanya gejala di step awal, tidak sedikit perempuan tak menyadari hal ini maka kehilangan peluang mempunyai seseorang anak akibat kanker serviks yg mereka derita. Maka, jagalah kesehatan diri Kamu dgn memeriksakan organ vital Kamu secara berkala ke dokter. Setidaknya setahun sekali Kamu dapat menganggarkan dana buat sensor papsmear. Walaupun tak murah namun sensor ini teramat penting bagi kehidupan Kamu. Silakan jaga kesehatan kita dengan baik.

Manfaat Kunyit Putih Untuk Mengobati Kanker Serviks


Manfaat Kunyit Putih Untuk Mengobati Kanker Serviks - Kunyit putih yakni tanaman yg sanggup bersi kukuh hidup selama bertahun-tahun. Manfaat kunyit putih buat kanker benar-benar tak begitu populer dikalangan warga umum. Warga lebih mengenal manfaat kunyit kuning baik dalam sektor kuliner ataupun dalam bagian kesehatan. Padahal kandungan senyawa terhadap kunyit putih tak kalah berkhasiat di bandingkan kunyit kuning.

Dua diantara khasiat tersebut ialah manfaat kunyit putih buat kanker serviks & kanker payudara. Kanker serviks & kanker payudara yaitu 2 aspek yg sering jadi ketakutan kaum perempuan. Kanker servik mampu berlangsung lantaran kebiasaan gaya hidup yg tak sehat, seperti merokok & jarang mengonsumsi sayuran juga buah-buahan yg kaya akan anti-oksidan, vitamin C & vitamin E. Kanker serviks pun dapat menjangkiti orang yg sering bergonta ganti pasangan. Lantaran virus papilloma penyebab kanker serviks sanggup berpindah serentak lewat cairan & sentuhan kulit dari seseorang ke orang lain. Baca juga : Kasus Kanker Serviks Meningkat Dalam Dua Tahun Terakhir

Berlainan dengan kanker serviks, kanker payudara bukan disebabkan oleh virus, kanker payudara disebabkan oleh tumbuhnya sel-sel abnormal di daerah payudara. Kanker ini tak dapat dideteksi secara dini dari rasa sakit dikarenakan stadium awal kanker tak memunculkan rasa sakit. Kanker ini mampu dideteksi melalui rabaan. Sehingga dari itu sering-seringlah lakukan pemijatan payudara. Selain bakal mendeteksi keberadaan kanker, pemijatan akan melancarkan aliran darah terhadap daerah ini maka suplai nutrisi buat sel-selnya terpenuhi. Kalau kanker telah terlanjur terjadi , Kamu dapat memetik manfaat kunyit putih buat kanker payudara terutama kalau kanker masih dalam stadium awal.

Kandungan senyawa aktif terhadap kunyit putih terbukti mampu dengan perlahan mengobati kanker serviks & kanker payudara. Prosedur kerja senyawa aktif tersebut ialah dengan melumpuhkan & menghambat perkembangbiakan virus pula mencegah pertumbuhan sel-sel abnormal. Disamping itu kandungan minyak atsirinya menekan inflamasi yg bisa memperparah keadaan penyakit. Ditambah anti oksidan dalam kunyit putih yg mampu menangkal radikal bebas yg memicu pertumbuhan sel-sel abnormal. Dengan begitu makin efektiflah manfaat kunyit putih buat kanker.

Kasus Kanker Serviks Meningkat Dalam Dua Tahun Terakhir


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab Semarang tetap mengawasi peningkatan penyebaran penyakit kanker serviks & mammae (tumor ganas dalam jaringan payudara).

Upaya ini dilakukan menyusul adanya tren peningkatan kasus penyakit yg jadi momok bagi kaum wanita ini. Berdasarkan data Dinkes Kab Semarang, kasus kanker serviks & mammae ini cenderung meningkat dalam dua tahun terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kab Semarang, Gunadi menyampaikan, tahun 2014 jumlah temuan kanker serviks di daerahnya mencapai 332 kasus. Sedangkan mammae mencapai 1.122 kasus.


Setahun berikutnya jumlah kasus ini melonjak signifikan. Khususnya buat kasus mammae yg mencapai 2.205 kasus.

“Sedangkan kanker serviks meningkat menjadi 390 kasus,” ujarnya kepada workshop Deteksi Dini Gejala Kanker Serviks & Mamae, di Ungaran, Senin (28/3).

Menurut Gunadi, peningkatan ini layak diwaspadai dikarenakan ke-2 penyakit ini jadi salah satu ‘pembunuh’ kaum wanita. Deteksi dini dapat memastikan keberhasilan buat terhindar dari dampak kematian akibat ke-2 penyakit yg sama- sama mematikan ini.
“Kami mengharuskan setiap tenaga medis di Puskesmas termasuk para bidan desa untuk ikut mewapadai temuan ini. Karena merekalah yang bersinggungan dengan masyarakat,” pungkasnya.