Kanker Serviks Pembunuh Wanita Nomer Satu Di Dunia


Pengobatan Kanker Serviks - Kanker Serviks rupanya jadi penyakit pembunuh nomor satu perempuan di dunia. Itu sebabnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang gencar lakukan sosialisasi biar penduduk, khususnya kaum hawa dapat mencegah penyakit tersebut.

Salah satu gerakan buat mensosialisasikan bahaya kanker serviks digelar oleh Kelurahan Belimbing, Kamis (10/3) tempo hari. Penyuluhan pencegahan penyakit itu di sampaikan di sela-sela aktivitas rapat kordinasi (Rakor) Keluarga Berencana (KB) sub Pembantu Petugas Keluarga Berencana Kota (PPKBK) dalam meningkatkan pencapaian KB & peningkatan Kesehatan penduduk.

Aktivitas ini didukung penuh Lurah Belimbing M.Ikhsan, Puskesmas Bontang Barat, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana(BPPKB), & pendamping kordinator Penyuluhan Keluarga Berencana(PKB) yg dihadiri oleh kader sub PPKBK masing-masing RT Se-Kelurahan Belimbing.


Ridatul Musren dari Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) yg jadi salah satu narasumber menyampaikan, maksud didatangkan ke kelurahan Belimbing yakni mengemukakan pada penduduk dengan cara langsung apa perihal pemicu kanker, bagaimanakah gejala kanker, tandanya kanker , & deteksi sedini mungkin cara mencegah kanker.

“Tujuan utama Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia adalah menjurunkan jumlah kanker payudara dan kanker serviks, dimana kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu dan kanker payudara menjadi pembunuh nomor dua di dunia,” ucapnya.

Ridatul menuturkan, kanker serviks ada 3 kategori yakni kanker pertama serviks leher, ini berjalan seandainya sering gonta ganti pasangan & sex bebas dibawah 16 thn, kedua kanker serviks badan, tak pernah melahirkan, tiap tahun hamil terus, yg ketiga kanker induk telur, ini berlangsung seandainya pemakaian kontrasepsi pil KB lebih dari 5 thn.

“Ketiga jenis kanker serviks ini dapat  menyebabkan kanker serviks menjadi pembunuh nomor satu pada wanita di dunia,” jelasnya.

Ridatul melanjutkan, perihal paling tinggi buat kanker serviks yaitu gonta-ganti pasangan, menikah dini, & kebersihan alat kelamin jadi untuk pencegahannya mesti menghindari faktor resiko tersebut.Buat mencegah dampak terkena kanker serviks wanita di dunia sebaiknya mesti melaksanakan preventif (pencegahan) dari luar & dari dalam.

Preventif dari luar seperti pola makan sehat & rutin, mengkonsumsi buah & sayur, hindari makanan tinggi lemak seperti daging , hindari makanan berpengawet & olahraga rutin.Sedangkan preventif dari dalam seperti melaksanakan suntik imunisasi kekebalan badan,atau mengonsumsi tumbuhan yg mengandung zat anti kanker.

“ Untuk mencegah kanker serviks pada wanita baiknya lakukan preventif dari luar dan dalam,bila sudah vonis lakukan kuratif (menyembuhkan) dan rehabilitatif yang dilakukan di Rumah Sakit(RS),” tuturnya.

Sementara itu Iswanta Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kelurahan Belimbing mengemukakan, maksud diadakan aktivitas ini yaitu memberikan penyuluhan pada para ibu buat paham program KB.

“Memberikan penyuluhan agar Para Ibu bisa mengurangi angka kelahiran, mengatur kelahiran sehingga akan menuju keluarga yang sejahtera,” jelasnya

Selain membahas berkenaan peningkatan pencapaian KB, membahas risiko tinggi buat ibu hamil & membahas berkaitan demam berdarah.

Vaksin Terbaru yang Disinyalir Dapat Melawan Kanker Serviks


Obat Kanker Serviks - Penyakit kanker sampai kini cuma dapat diobati bersama terapi & operasi. Peneliti sudah mengembangkan imun atau vaksin baru yg bertujuan buat melawan pertumbuhan kanker dalam badan.

Sebagaiman dikutip dari page Independent & IBTimes, Kamis (3/3/2016), vaksin baru ini dapat diuji coba ke satu orang perempuan berusia 35 thn yg mengidap kanker serviks. Hasil penelitian vaksin Vaper di harapkan dapat mengobati penyakit mematikan tersebut.

Perempuan dgn nama Kelly Potter itu bakal diberikan vaksin Vaper baru yg dibuat untuk membunuh sel kanker yg dideritanya. Potter dapat menjalani tes uji coba vaksin Vaper ini tatkala dua tahun ke depan bersama dgn 30 relawan lain.


Peneliti obat-obatan sudah membuat rancangan vaksin itu buat menciptakan badan memproduksi imun yg lebih kuat yg bakal membunuh sel kanker di dalam badan. Vaksin Vaper ini bakal diberikan ke relawan & pula Potter jumlahnya delapan kali selama dua tahun. Vaksin baru ini mengandung protein yg dihasilkan dari enzim human telomerase reverse transcriptase (HTERT).

“Kami sadar sistem imun di pasien dengan sel tumor yang sudah parah akan terus menekan dan menyebar, jadi imun vaksin itu akan menyebar dan membunuh sel kanker utama atau calon sel kanker dalam tubuh,” ucap Hardev Pandha, Institusi Peneliti Kanker Surrey (SCRI) London, Inggris.

Pandha serta memaparkan percobaan ini pun sekaligus meneliti resiko dari immunotherapy atau nama tenik baru dgn memanfaatkan vaksin Vaper pada system imun aktif badan dgn dimasukkannya vaksin ini ke badan. Beliau pula teramat menginginkan vaksin baru ini berhasil & dapat menunjang tiap-tiap orang yg mengidap kanker di seluruh dunia.

Pengobatan ini bakal memanfaatkan vaksin Vaper dalam dosis rendah buat menyerang sel tumor. “Kanker yang kuderita ini sudah menyebar sampai hati dan paru-paruku. Jadi ketika mereka menunjukku untuk datang ke sini dan mencoba vaksin baru yang mereka kembangkan untuk menyembuhkan kanker ini, ya aku senang, senang sekali. Aku hanya berharap kalau aku bisa melawan kangker ini dan hidup lebih lama lagi,” ucap Kelly Potter.

Potter amat optimistis mengenai percobaan vaksinasi yg dilakukan 9 Februari 2016. Dr James Spicer, yg bertugas menyuntikan vaksin itu menyampaikan sesudah dimasukannya vaksin Vaper, Potter dapat mengalami gejala flu yang merupakan efek samping. Tapi, hingga sekarang gejala flu yg diprediksi sang dokter belum dialami Potter.

“Yah, menjadi bagian dari percobaan ini sudah merubah hidupku jadi lebih baik, setidaknya masih ada harapan untuk sembuh. Ini merupakan pengalaman terpositif dan sangat menarik. Aku juga merasa luar biasa senang untuk terlibat di dalamnya. Namun, jika percobaan ini akhirnya gagal, bagiku itu tidak masalah, setidaknya aku akan tetap menginspirasi orang lain yang juga terkena kanker,” kata Potter setelah diberikan vaksin Vaper.

Kenali Gejala Kanker Serviks Berdasarkan Tingkatannya


Kanker serviks membunuh lewat beberapa step (stadium). Bagaimanakah tingkatan stadium kanker serviks?

Stadium 1
Yang berlangsung : sel kanker baru “berkunjung” ke mulut rahim. Terhadap fase ini kita mesti menyadari, tak ada istilah sembuh melainkan five-year survival rate (FYSR) atau bisa jadi lima tahun bertahan. Dihitung dari sejak diagnosis ditegakkan dokter. Yg dapat dioperasi cuma kanker serviks stadium 1 hingga 2A.
FYSR : kesempatan sembuh 80 hingga 99%.


Stadium 2
Yang berlangsung : terhadap stadium 2A sel kanker menjalar ke mulut rahim tapi belum menyenggol parametrium (jaringan renggang disekitar uterus). Kepada stadium 2B sel kanker sejak mulai menggerogoti parametrium. Pasien bisa saja belum merasakan resiko waktu sel-sel kanker merangsek masuk ke parametrium. Yg dirasakan dapat menjadi pegal-pegal & tak enak di perut. Gejala yg sanggup ditengarai, post-coital bleeding (pendarahan sesudah berhubungan intim). Seandainya tumor telah membesar, bisa pendarahan sendiri dikala berjalan.
FYSR : 60 hingga 90%.

Stadium 3
Yang berlangsung : sejak mulai ada kendala kala buang air kecil. “Ginjal membesar atau mengalami hidronefrosis (pembesaran satu atau dua ginjal akibat terhalangnya aliran urine). Kalau kita cek fungsi traktus urinarius (sistem yang terdiri dari struktur-struktur yang menyalurkan urine dari ginjal ke luar tubuh) sudah tidak normal,” jelas Andriana.
FYSR: 30 hingga 50%.

Stadium 4
Yang berlangsung : mestatasis (penyebaran kanker dari situs awal ke lokasi lain di badan).
FYSR : cuma 20%. Seandainya belum menikah atau melakukan kontak seksual, Kamu disarankan menangkal kanker serviks dgn vaksin. Ada dua tipe vaksin : bivalen buat HPV 16 & 18 juga kuadrivalen buat menangkal HPV kategori 16, 18, 6, & 11. “Jika telah menikah atau pernah melakukan kontak seksual, silakan papsmear. Di tempat saya bekerja misalnya, papsmear hanya 169 ribu rupiah dan vaksin HPV mulai 2,2 juta rupiah,” terang Andriana.