80 Persen Kanker Serviks Sudah Stadium Lanjut


Kanker serviks yakni kanker yg menyerang leher rahim. Kanker yg satu ini tak bisa dianggap enteng, karena jumlah pengidapnya cukup banyak di Indonesia. Begitu yg diungkapkan oleh dr. Manuel Hutapea, Sp. OG (K) pada For Her.  “Kalau secara global, kanker terbanyak itu kanker payudara. Tetapi di negara berkembang, termasuk di Indonesia terbanyak adalah kanker serviks. Sementara kalau di negara maju sudah bergeser, paling banyak itu kanker indung telur dan kanker rahim,” paparnya yg menyatakan ada banyak grup kanker yg sanggup diidap oleh wanita. 

Di Pontianak, lanjut beliau berdasarkan praktek sehari-hari & kunjungan ke rumah sakit, persentase penderita kanker serviks sekitar 60 - 70 %.  “Sayangnya mereka yang datang itu sudah stadium lanjut, yang tidak bisa dioperasi lagi. Ini mencapai 80 persenan,” tutur dokter di Rumah Sakit Soedarso ini disaat ditemui di Seminar Sehari Penyakit Tak Menular yg diadakan Dinkes Provinsi Kalbar, belum lama ini. 


Virus Human Papilloma jadi penyebab paling besar kanker serviks. Sementara gaya hidup tak jadi perihal penyebab, melainkan faktor resiko.  “Seperti orang yang berhubungan seks terlalu dini, misalnya dibawah 17 tahun, kemudian mempunyai anak yang banyak bisa tiga empat, merokok, gonta ganti pasangan seks. Ini sangat beresiko,” katanya. Sementara itu, siklus menstruasi yg tak teratur tak dapat dikorelasikan bersama kanker serviks. Tapi ini menginformasikan ada gangguan haid. Disisi lain kata dirinya, bisa jadi saja keluhan tersebut mengarah terhadap kanker serviks.

Dari data yg ada, baik yg dapat didapatkan di literatur atau jurnal luar negeri ataupun penelitian dalam negeri, termasuk juga pengalamannya sendiri, kelompok umur terbanyak penderita kanker serviks berumur 35 hingga 45 th.  “Dia bisa bergeser lima tahun menjadi 50 tahun. Tetapi jarang ada yang terkena dibawah usia 25 tahun, dan di atas 60 tahun,” jelasnya.

Ancaman dari kanker serviks, lanjutnya dapat hingga mematikan. Itulah sebabnya makin cepat deteksi, makin cepat pemulihannya.  “Kalau sudah stadium lanjut, maka bukan lagi ditanya bisa disembuhkan atau tidak, melainkan yang diukur angka ketahanan hidup lima tahunnya,” katanya.

Manuel menuturkan kalau satu orang telah terdiagnosis kanker serviks lanjut yaitu IIB ke atas, dirinya punya angka ketahanan hidup lima th itu tidak sampai lagi 70 %. “Jadi memang sangat bergantung stadium. Kalau sudah stadium tiga, angka ketahanan hidup 5 tahunnya hanya 30 -  40 persen, kalau stadium 4 cuma 15-30 persen. Tapi ingat, berapa lama lagi orang hidup di dunia itu bukanlah ditentukan oleh dokter,” terang beliau yg menyampaikan bahwa saat ini telah mampu dilakukan diagnosis pra kanker. Terhadap tahapan ini bakal memberikan harapan yg baik buat proses penyembuhan. 

Cegah dengan Vaksin

Pencegahan terjadinya kanker serviks, dapat dilakukan dengan primer ataupun sekunder. “Primer itu sebelum terinfeksi faktor penyebab. Pencegahannya dengan pemberian vaksin. Vaksinnya bisa didapat di rumah sakit. Sementara sekunder itu dengan pap smear, iba, dan cara screening atau dengan metode lainnya,” bebernya.

Dirinya menyarankan, sebelum vaksin pastikan keadaan badan. Apakah telah terinfeksi virus penyebab kanker serviks atau belum. Oleh sebab itu sensor mesti dilakukan di tenaga kesehatan yg tepat.  “Sementara untuk pap smear memang dilakukan pada wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Baik yang sudah menikah atau pun belum. Kenapa yang belum pernah melakukan hubungan seksual tidak boleh? Sebab proses pemeriksaannya itu berkenaan dengan liang vagina pada wanita,” jelasnya.

Tidak perlu khawatir melakukan sensor ini, karena kata Manuel, sensor ini tidak sakit, amat santai, rileks, & tak memunculkan dampak yg berbahaya. “Dilakukan di ruangan tertutup, sebab ini berkenaan dengan organ genital klien,” tutupnya.

0 Response to "80 Persen Kanker Serviks Sudah Stadium Lanjut"

Poskan Komentar